IBU TELADAN, Pengertian ASI (air susu ibu) eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan bayi tanpa diberikan makanan tambahan lainnya. Hal ini bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat umum. Pemerintah telah menggalakkan berbagai program edukasi untuk memperkenalkan ASI eksklusif lewat berbagai media, tetapi pada kenyataannya di lapangan, masih banyak ibu yang tidak mengetahui pengertian ASI eksklusif dan yang lebih sedihnya para ibu yang sudah diedukasikan mengenai ASI eksklusif tetap memilih memberikan susu formula karena berbagai mitos yang salah.
Target nasional pemberian ASI eksklusif yang ditetapkan oleh pemerintah adalah 80%. Namun, berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SKDI) 2012 cakupan ASI eksklusif nasional hanyalah 42%. Di Kepulauan Bangka Belitung sendiri, cakupan ASI eksklusif pada tahun 2013 berdasarkan laporan dinas kesehatan adalah 50.8%. Hal ini tentu saja masih jauh dari target yang pemerintah harapkan.
Pemberian ASI eksklusif sangat penting karena memiliki berbagai manfaat bagi sang bayi maupun ibu. Manfaat ASI eksklusif bagi bayi antara lain dapat menurunkan risiko terkenanya berbagai penyakit infeksi seperti diare, infeksi telinga, infeksi saluran pernafasan bawah, alergi, radang selaput otak, leukemia, dan lain-lain. Hal ini akan menurunkan angka kematian dan kesakitan bayi dan balita. Selain itu, pemberian ASI eksklusif juga dapat menurunkan risiko obesitas pada anak, meningkatkan kecerdasan, dan memperkuat ikatan antara ibu dan bayinya.
Manfaat bagi ibu sendiri tidak kalah banyaknya.
Pemberian ASI eksklusif terbukti membantu menurunkan berat badan sang ibu secara alami, mengurangi risiko terkenanya kanker payudara dan indung telur serta risiko perdarahan setelah melahirkan.Selain itu, dapat menunda kehamilan baru jika menyusui dilakukan secara rutin. Selama ibu memberi ASI eksklusif dan belum haid, 98% tidak akan hamil pada 6 bulan pertama setelah melahirkan, dan 96% tidak akan hamil sampai bayi berusia 12 bulan. Manfaat tambahan lainnya yaitu dari segi ekonomi dimana sang ibu tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli susu formula selama 6 bulan bahkan sampai 2 tahun. Selain itu karena bayi akan lebih jarang sakit, maka biaya untuk ke dokter atau ke rumah sakit dapat ditekan.
ASI yang diproduksi ibu sudah memiliki komposisi yang paling sempurna untuk bayi bila dibandingkan dengan susu formula ataupun susu sapi. Pada ASI banyak mengandung AA dan DHA untuk kecerdasan bayi, berbagai antibodi yang berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, mengandung zat besi, kalsium, dan vitamin A, serta enzim pencernaan sehingga lebih mudah dicerna dan diserap. Pada saat ini, memang sudah banyak susu formula yang dilengkapi dengan berbagai kandungan seperti zat besi, prebiotik inulin, AA dan DHA, minyak ikan, tetapi kandungan tersebut lebih sulit dicerna dan diserap oleh usus bayi. Pemberian susu formula dapat meningkatkan risiko bayi mencret, alergi, obesitas, gizi kurang, dan terkena berbagai penyakit infeksi.
Salah satu penyebab rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif adalah banyaknya mitos yang beredar di masyarakat. Anggapan yang salah tersebut antara lain bahwa ASI eksklusif berarti tidak boleh diberikan makanan tambahan tetapi boleh diberikan minuman seperti air putih, menyusui menyebabkan payudara kendur, ASI pertama adalah susu basi dan tidak baik bagi bayi, ASI saja tidak cukup bagi bayi untuk 6 bulan pertama, susu formula atau kombinasi susu formula dengan ASI sama baiknya dengan ASI saja, bayi terus menangis dianggap karena ASI kurang, bayi yang sakit tidak boleh disusui, jika ASI belum keluar boleh digantikan susu formula. Sementara bagi ibu yang sakit, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu kepada bidan atau dokter apakah boleh melakukan pemberian ASI eksklusif.

0 Response to " MitosYang Salah Dan Pentingnya ASI Eksklusif "
Post a Comment